Tampilkan postingan dengan label Cerita Ada-Ada Saja : KUBIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Ada-Ada Saja : KUBIS. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Agustus 2013

Cerita Ada-Ada Saja : KUBIS

KUBIS
(Trilaksito Saloedji)



Waktu itu ada seorang ahli horticultura Belanda tinggal di Batu, namanya Van Kreemer. Dia menanam sayuran kool dan mengembangkan berbagai jenis kool. Antara lain bloemkool * = kol bunga, rode kool * = kol merah, witte kool * = kol putih, savoye kool * = kol Perancis, groene kool *= kol hijau. Keberhasilannya ditopang oleh kegigihan, kerajinan dan kepatuhan seorang pembantu kepercayaannya dalam berkebun sayur. Pembantunya adalah penduduk asli setempat, namanya Uji.  Sudah tua tetapi masih kuat dan bersemangat. Namun kekurangannya adalah telmi (telat mikir) alias bodoh, dan pelupanya tidak ketulungan lagi. Uji selalu lupa nama jenis-jenis kool yang ditanam / dipeliharanya. Berulang kali dia selalu menanyakan nama-nama itu kepada tuannya. Menjadikan Van Kreemer sering sewot. Tetapi mengingat kesetiaan dan pengorbanannya maka sang tuan bersabar menghadapinya.

Pada suatu siang keduanya berada di gudang, menyortir hasil panenan kool. Penyakit Uji muncul lagi. Yaitu menanyakan nama kool tersebut.
‘’ Tuan, kool yang ini namanya apa ?’’
Saat itu kesabaran sang tuan  tidak bisa terbendung. Mukanya merah padam, matanya menusuk tajam pandangan pembantunya. Dengan suara mantap disertai gemeretak gerahamnya dia  menjawab dengan dua kata : ‘’kool beest’’
Uji tidak tahu kalau tuannya marah. Dia segera berkata : ‘’Terimakasih Tuan, terimakasih, saya akan selalu mengingatnya. Nama sayur ini : ‘’kubis’’ ‘’
Sejak itu sang pembantu memberi tahu penduduk setempat bahwa tanaman kool itu namanya kubis. Dan nama itu lestari sampai sekarang.
Padahal yang dikatakan tuannya adalah sayuran itu namanya ‘’kool’’, karena marahnya dia mengeluarkan serapahnya : ‘’beest’’ * yang artinya binatang.
* (bahasa Belanda)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...