Tampilkan postingan dengan label SOPBUNG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SOPBUNG. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Juni 2013

CERITA HUMOR : SOPBUNG

SOPBUNG
(Trilaksito Saloedji)

Sampai di seputar Probolinggo sudah waktunya makan malam. Maka di sebuah depot dipinggir selatan jalan, kami menghentikan kendaraan kami. Masuk ruangan depot yang terang, nampak gaya pengaturan lama : bangku panjang menghadap meja panjang. Agak ke tengah meja, ada rak/lemari kaca sepanjang meja ini. Lemari kaca tersebut berisi lauk pauk yang dijual : telor mata sapi, pegor, berbagai ikan goreng, daging goreng, berbagai jerohan goreng,  oseng tempe, mi goreng, sambal, krupuk.  Sementara itu ada dua orang masuk lalu pesan :
’’Nasi rawon satu , nasi gule satu, minumnya teh dan kopi panas’’.
Adikku bertanya kepada ibu pemilik depot sekaligus yang melayani :
’’Ada sate Bu ?’’
’’Sopbung’’
 Adik yang lain nyeletuk : ’’Menu baru nih, boleh juga. Saya coba sopbungnya satu Bu’’
Ibu penjual memandang heran kepada adik saya, lalu berkata : ’’Sopbung’’
’’Ya, sopbungnya satu’’
 Aku tersenyum, salah paham yang menggelikan ini harus segera kuluruskan. Adikku kuberitahu bahwa depot ini tidak menjual sate, juga tidak menjual sopbung, karena ‘sopbung’ itu berarti ‘tidak ada/habis’. Bukan ‘sop dari sayur bung (umbi pohon bambu muda)’ *
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...