(Trilaksito Saloedji)
Tukang kebun part time-ku namanya
Pak Slagi. Suatu hari aku mendengar bahwa dia mendapat seorang cucu lelaki yang
baru dilahirkan anak sulungnya. Maka
aku bertandang ke rumahnya. Aku ditemui di ruang tamunya yang sempit.
Kemudian masuklah seorang anak
muda. Menyalami kami berdua sambil cium tangan. Pak Slagi bilang : ’’Ini anak saya Pak, namanya Boing’’. Aku
tersenyum, lalu bertanya : ’’Nanti cucunya diberi nama siapa Pak Slagi?’’ Jawabnya
: ’’Kalau menantu saya setuju, saya beri nama ‘Sakli’, biar mudah mengingatnya
Pak. Anak saya perempuan sih setuju saja’’.
.jpg)


