’’ NYIUR …BIRU …DI TEPI PANTAI …’’
(Trilaksito Saloedji)
Mengikuti tes
pekerjaan di BUMN. Yang mewawancarai seorang Indo Belanda. Perawakannya
tinggi besar, hidungnya mancung. Pada
akhir wawancara dia bertanya : ’’Saudara dapat berbahasa Daerah Madura ?’’
Kuakui dengan terus terang : ’’Belum dapat’’. Tanyanya lebih lanjut :
’’Bagaimana Saudara dapat melaksanakan tugas di kebun, kalau tidak dapat
berkomunikasi dengan bahasa Daerah ?’’ Mendengar pertanyaannya, hati jadi
kecut. Jangan-jangan celah ini yang dipakai alasan untuk menolak lamaran saya. Namun
dengan cepat dan tegas kujawab : ’’Saya harus cepat belajar dan
menguasainya’’. Tanyanya lagi : ’’Saudara yakin ?’’